Deskripsi
Dalam bahasa Jawa, ‘Ngudarasa’ bisa diartikan sebagai suatu
kegiatan mengungkapkan fikiran. Pada kehidupan seharihari, istilah Ngudarasa digunakan oleh orang-orang kecil, orang-orang biasa dikampung-kampung pedesaan untuk saling
mengungkapkan fikiran, sikap, gagasan dan semacamnya terhadap
peristiwa-peristiwa tertentu yang sedang terjadi disekitarnya.
Kegiatan Ngudarasa, karena umum dilakukan oleh orang-orang
kecil maka tidak memiliki tujuan ‘serius’ untuk -misalnya-
menggugat atau memprotes sesuatu, kecuali hanya digunakan
sebagai bahan untuk saling merefleksi diri. Banyak peristiwa
penting yang menyangkut orang banyak terjadi disekitar kita yang
mau tidak mau menggoda masyarakat luas untuk meresponnya.
Bagi kelompok masyarakat yang masuk dalam lingkaran ‘orang
penting’, merespons peristiwa-peristiwa itu tidak menjadi
persoalan yang sulit karena mereka akan dengan mudah mendapat
sarana amplifikasi, seperti media massa nasional maupun mediamedia
komunikasi sosial yang lain. Bahkan ‘orang-orang penting’ itu juga bisa ikut menentukan atau paling tidak mempengaruhi para decesions maker dalam menentukan bentuk kebijakan yang akan
diterapkan.
Di wilayah yang lain, Ngudarasa menjadi media sangat penting
bagi kalangan masyarakat bawah. Masyarakat bisa ikut merespons
dan menyikapi peristiwa-peristiwa besar dengan membicarakannya
diberbagai tempat, seperti di warung-warung kecil, digardu
kampung, di sawah, di acara kumpulan RT atau pada kesempatan-kesempatan sederhana yang mereka temukan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka tahu bahwa apa yang mereka bicarakan tidak
memiliki kekuatan untuk mempengaruhi para pengambil keputasan
dan tidak punya kekuatan untuk menjadi referensi penting
masyarakat dalam skala yang sangat luas.




















Ulasan
Belum ada ulasan.