Deskripsi
Segala puji bagi Allah Swt. Sang Maha Pencipta Mahasempurna,
yang Maha Pengasih yang kasih-Nya tak pilih kasih dan Maha
Penyayang yang sayang-Nya tak terbilang. Atas berkat, rahmat,
dan kasih-sayang-Nyalah saya diberi kemampuan dan kenikmatan
untuk berkreasi, berapresiasi, dan berkarya sastra. Tidak lupa,
selawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada
junjungan alam, teladan umat manusia sedunia, yakni Nabi Besar
Muhammad saw.
Dunia ini unik sekali. Terutama sekali dunia pendidikan yang
saya berkecimpung banyak di dalamnya. Di sekolah, ada suatu
hubungan yang unik, aneh, langka, tapi nyata. Hubungan yang
dimaksud adalah hubungan antara guru dan siswa. Berikut ini
pemaparannya.
Bagi siswa, ternyata tidak semua guru yang masuk dan
mengajar di kelasnya itu secara otomatis akan menjadi gurunya.
Mungkin hanya beberapa saja, atau mungkin malah tidak ada sama
sekali yang dianggap sebagai guru oleh siswa. Buktinya, beberapa
siswa cuek saja dan malah asyik dengan dunianya sendiri,
sementara sang guru sudah berada di kelas dan hendak
memberikan pengajaran.
Namun, ada pula guru yang tidak pernah masuk dan mengajar
di kelasnya, tetapi siswa tersebut begitu takzim kepada guru
tersebut. Setiap kali bertemu selalu menyalami dan menegur sapa.
Tutur katanya ia dengarkan dan resapi. Kebiasaannya ia berusaha
tiru dan ikuti. Jika ada, nomor ponselnya ia simpan, akun ig-nya ia
follow, akun fb-nya ia add friend. Ia telah mengangkatnya sebagai
GURU.
Begitu pun bagi guru. Tidak semua siswa yang ia ajar di kelas
secara otomatis akan menjadi muridnya. Mungkin hanya beberapa
siswa saja, atau mungkin malah tidak ada sama sekali yang
dianggap murid oleh sang guru. Buktinya, sang guru hanya
mengajar ala kadarnya, mungkin hanya perhatian pada beberapa
siswa rajin dan pandai saja, sementara siswa lainnya cenderung
diabaikan.
Namun, ada pula siswa yang tidak pernah ia ajar di kelas, tetapi
sang guru begitu menaruh perhatian kepada siswa tersebut.
Berinteraksi lebih banyak di luar kelas. Berbagi ilmu dengan senang
hati. Tak canggung mewasiatkan sesuatu. Ia telah mengangkatnya
sebagai MURID.
Beruntunglah meraka yang memiliki hubungan sebagai gurumurid.
Ilmu akan mudah turun dan bermanfaat karena wasilah
guru. Guru adalah telaga ilmu, sementara murid adalah investasi
bagi sang guru.
Beruntunglah mereka yang memiliki hubungan sebagai gurumurid.
Konon, ketika ajal seorang anak manusia sudah sampai
kerongkongan, setan membisikinya agar berpaling dari Tuhannya
dengan menjelma sebagai orang-orang terdekat, bisa sebagai teman,
saudara, bahkan orang tua. Akan tetapi, hanya satu sosok yang tidak
bisa ia jelma, yaitu sang guru. Guru adalah pewaris para nabi.
Hubungan guru dengan murid adalah hubungan yang mampu
menembus batas ruang dan waktu. Tidak butuh ruang kelas dan
jadwal pelajaran karena hubungan guru dengan murid adalah
ikatan batin. Ia mampu saling mendoakan kebaikan dalam diam dan
hening malam, saling menolong dalam kebaikan dan takwa.
Hubungan itu akan terus dibawa sampai sang murid lulus dari
sekolah, menikah dan beranak pinak, bahkan sampai negeri akhirat.
Untuk mengakhiri tulisan ini, saya ingin mengajak. Mari kita
cari sebanyak-banyak guru. Jangan ragu mengangkat orang tua kita
sebagai guru kita. Jangan segan mengangkat teman yang lebih baik
dari kita sebagai guru kita. Jangan sungkan mengangkat senior atau
junior yang lebih berpengalaman sebagai guru kita. Jangan lupa pula
untuk mengangkat nabi kita sebagai guru sejati kita dalam
berkehidupan.
Selain itu, mari kita angkat sebanyak-banyak murid. Jangan
ragu mengangkat anak-anak di seluruh Indonesia bahkan di seluruh
dunia, baik yang bersekolah maupun yang putus sekolah, sebagai
murid kita. Jangan lupa pula mengangkat anak-anak kita di rumah
sebagai murid kita. Mereka semua layak mendapatkan pengajaran
terbaik dari kita.
Akhirnya, sekolah itu tidaklah wajib, yang wajib itu berguru
dan belajar. Maka, izinkan saya berguru kepada pembaca sekalian.
Buku ini adalah sarana bagi kita untuk menjalin hubungan gurumurid.
Apresiasi berupa kritik, saran, dan tanggapan sangat saya
harapkan.
Ciawi, 23 September 2019
Edyar R.M.
RINDU ABANG
Copyright © Edyar R. M.
Penulis: Edyar R. M.
Editor: Istiqomatuttaqiyyah
Penata Letak Isi: F. D. Abdillah
Penata Sampul: Yurdi Andani
Cetakan Pertama, Februari 2020
xii 97 hal; 14,8 x 21 cm
ISBN: 978-602-476-757-0
Buku-buku pesanan Anda yang sedang tidak tersedia (stok produk fisik habis), membutuhkan waktu kurang lebih 14 hari hingga siap kirim ke alamat pemesanan. Setiap update proses pesanan, Anda akan menerima informasi melalui Email.
Jika ada buku yg jilidnya lebih dari satu, dan atau yg memiliki lebih dari satu kategori naskah (puisi+cerpen+pantun), MOHON untuk menuliskan jilid atau kategori naskah yg ingin Anda beli pada kolom Catatan Pembelian (ORDER NOTES) saat melakukan Checkout Pembelian”





















Ulasan
Belum ada ulasan.